Protokol Komda

Posted: February 21, 2010 by goenks in Uncategorized

Definisi

Kumpulan aturan/prosedur yang mengedalikan pengoperasian unit-unit fungsional untuk melakukan hubungan komunikasi.

Komponen Protokol
Aturan atau prosedur
Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan
Mengatur proses transfer data
Format atau bentuk
representasi pesan
Kosakata (vocabulary)
Jenis pesan dan makna masing-masing pesan

Dalam bahasa pemrograman: (1) syntax, (2)grammar, (3)semantik.
Standarisasi Protokol (ISO 7498)

ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference Model (FAQ:comp.protocols.iso).

Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. Kelompok aplikasi dengan jaringan:
File transfer dan metode akses
Pertukaran job dan manipulasi
Pertukaran pesan
Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.
Negosiasi sintaksis untuk transfer
Transformasi representasi data
Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)
Kontrol dialog dan sinkronisasi
Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi
Transport Layer:
Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung
Manajemen koneksi
Kontrol kesalahan
Fragmentasi
Kontrol aliran
Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.
Routing
Pengalamatan secara lojik
setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)
Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.
Penyusunan frame
Transparansi data
Kontrol kesalahan (error-detection)
Kontrol aliran (flow)
Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.

Setiap data yang lewat ke layer lebih rendah ditambah header kontrol yang sesuai dengan layernya. Sebaliknya data ke layer lebih tinggi setelah dikurangi dengan header kontrol.
Protocol TCP/IP
Aplication layer: telnet, ftp, dll.
Transport Layer:
TCP (Transmission Control Protocol) = mengirim data dengan deteksi dan koreksi kesalahan. Selalu memeriksa keterhubungan.
UDP (User Datagram Protocol) = mengirim data tanpa koneksi. Melemparkan data ke network begitu saja.
Network layer atau Internet: Internet Protocol (IP). Pelayanan pengiriman paket elementer. Definisikan datagram (jika alamat tujuan tidak dalam jaringan lokal, diberi gateway = device yang menswitch paket antara jaringan fisik yang beda; menentukan gateway yang digunakan).
Data-link layer: Melakukan fragmentasi atau defragmentasi datagram.
Physical layer: sarana sistem mengirimkan data ke device yang terhubung ke network.
Fungsi Lapisan Protokol Datalink
Pembentukan frame (framing)
Protokol berorientasi karakter (BSC = Binary Synchronous Control)
Protocol berorientasi bit (HDLC = High Level Data Link Control)
Transparansi data
Transparansi data pada protokol berorientasi karakter
Format frame dalam bentuk transparans mode:
Data Link Escape (DLE)
Start Of Header (SOH)
Header
DLE
Start of TeXt (STX)
Data
DLE
End of TeXt (ETX)
Block of Check Character

Semua karakter kontrol didampingi DLE, sehingga ETX tanpa DLE tidak menimbulkan masalah.
Lihat kode ASCII untuk masing-masing DLE, SOH, STX, ETX.
Transparansi data pada protokol berorientasi bit
Format:
Flag sebagai pembatas
Header
data
Frame Check Sequence (FCS) untuk sinkronisasi
Flag
Error Control
Derajat kesalahan, peluang kesalahan
Kesalahan disebabkan oleh transmisi dengan adanya gangguan (noise). Jenis:
thermal/white : akibat sifat konduktor logam kawat yang dialiri listrik. Panas sebagai hambatan/tahanan
Impulse : misalkan loncatan pulsa (pulse)
Crosstalk
Intermodulation noise, interferensi

Jenis kesalahan berdasarkan bit
Single bit error (kesalahan tunggal)
Even bit error (jumlah kesalahan genap)
Burst error (kesalahan sejumlah bit yang beruntun)

Kesimpulan :

Protokol yaitu aturan-aturan yang digunakan dalam suatu hubungan komunikasi terlebih komunikas data.Apabila protokol ini tidak di atur terlebih dahulu maka suatu hubungan antar komputer tidak akan terlaksana dengan baik. Sehingga sebelum dilakukannya suatu komunikasi data terlaebih dahulu dilakukan penelarasan antara komputer pengirim dan komputer penerima.

By : Agung”abo”Nugroho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s